Seputar Kebab
Di era 90-an, nama kebab bisa dibilang masih terdengar asing di pasaran kuliner. Masyarakat pada masa itu tahunya ya jajanan lokal, semacam martabak, pisang molen, ote-ote, tahu isi. Untuk penganan non lokal yang sudah dikenal lebih dulu adalah burger, pizza, hotdog, spagheti, dan juga fried chicken. Tetapi kebab, belum banyak yang mengenalnya.
Meski di Indonesia kalah senior dibandingkan penganan dari daratan Eropa dan Amerika, namun kebab tidak butuh waktu lama untuk merebut hati para pecinta kuliner. Citarasa dan aroma khas kebab mampu bersaing dengan makanan non lokal lainnya. Kini outlet-outlet kebab semakin banyak bertebaran di berbagai daerah.
Mengacu pada informasi wikipedia, kebab memiliki ciri khas berupa daging panggang atau bakar yang ditusuk dengan tusukan atau batang besi.Daging yang umum dipakai sebagai bahan utama kebab adalah daging domba atau sapi. Namun dalam perkembangannya, dengan kreativitas yang dimiliki produsen kebab, muncullah kebab daging kambing, ayam, juga ikan yang tidak banyak tulang dan durinya (terutama tuna).
Jika dilacak sejarahnya, awalnya kebab bukan berupa daging yang dipanggang atau dibakar, melainkan digoreng, Pada masa kesultanan Utsmaniyah, barulah kebab mengalami transformasi menjadi daging panggang atau bakar, walau di beberapa tempat masih tetap ada kebab dalam versi aslinya yatu goreng yang disajikan dalam berbagai wujud, seperti semur. tas kebab dari Turki, kebab halla dari Mesir.
Seperti halnya burger, kebab bisa disajikan dalam berbagai variasi. Konon ada ratusan varian kebab. Banyaknya tampilan dan aromanya yang khas itulah yang ikut membuat kebab begitu menggoda selera banyak orang untuk menyantapnya. Secara harga juga relatif terjangkau. Paling murah, sepotong kebab ada yang cuma seharga Rp 8000. Cara makannya disesuaikan dengan selera, ada yang dijadikan kudapan ada pula yang dijadikan lauk nasi.
Di Indonesia, kebab yang paling terkenal adalah kebab Turki. Walau sudah beradaptasi dengan cita rasa Indonesia, namun komposisi utamanya tidak jauh berbeda dengan di negara asalnya, yaitu daging sapi panggang, sayuran, irisan tomat, saus pedas, dan kulit kebab dari adonan tepung.
Berdasarkan bahan-bahan penyusun kebab, setidaknya ada 5 manfaat mengkonsumsi kebab untuk kesehatan, yaitu:
1. Meningkatkan kecerdasan otak
2. Mencegah anemia
3. Mencegah obesitas
4. Sumber energi
5. Meningkatkan massa otot
Berdasarkan bahan-bahan penyusun kebab, setidaknya ada 5 manfaat mengkonsumsi kebab untuk kesehatan, yaitu:
1. Meningkatkan kecerdasan otak
2. Mencegah anemia
3. Mencegah obesitas
4. Sumber energi
5. Meningkatkan massa otot
Nah, apakah anda menjadi lapar setelah membaca artikel tentang kebab ini? Silakan menuju outlet kebab terdekat di daerah anda.
Komentar
Posting Komentar